Ticker

6/recent/ticker-posts

KESAL Masih DIBERITAKAN Sebagai PEMAIN SOLAR, Nur CHOLIS Menjawab Begini, SIMAK

Nganjuk-SJO. Nur CHOLIS merasa keberatan lantaran DITUDING dan DIBERITAKAN oleh salah satu MEDIA ONLINE sebagai seorang SOLARMEN atau Pelaku PENIMBUN BBM bersubsidi jenis SOLAR sempat berkeluh kesah kepada Awak Media, "saya itu sudah lama BERHENTI dan KAPOK tidak bermain SOLAR tapi masih saja yang TUDING dan POJOKKAN saya seolah masih menjadi PEMAIN saja. Mereka ini oknum WARTAWAN asal PUKUL lalu LARI bagai seorang PETINJU dalam menulis BERITA, "ujar Cak NUR panggilan akrabnya kepada Awak Media saat ditemui di kantornya.

Cak NUR melanjutkan, "itu INFORMASI lama dan DIMUAT atau DIBERITAKAN lagi, mas (red). Memang dulu kami sekomplotan segerombolan pernah melakukan AKSI sebagai SOLARMEN dan saya akui tidak akan MENGHILANGKAN sebuah PIDANA dari PERBUATAN yang telah MERUGIKAN masyarakat namun kami telah MEMBAYARNYA dengan DENDA dan tentunya tidak sedikit sebagai PEMASUKAN Negara. Jika memang kami melakukan AKSI BORONG dan TIMBUN BBM jenis SOLAR dengan menggunakan unit mobil atau kendaraan jenis PANTHER yang DISEBUTKAN dalam PEMBERITAAN itu lalu kenapa GAMBAR yang DIMUAT sebuah TRUK Biru Putih, "lanjut Cak NUR

"PANTHER yang disebutkan juga tidak DITAMPILKAN sebuah Nomor POLISI padahal suatu PEMBERITAAN itu harus lengkap agar MASYARAKAT dan PEMBACA itu PAHAM dugaan atau tudingan yang disampaikan pada PUBLIK, mas. Saya yakin ada MANTAN (bekas) PEGAWAI saya yang menjadi INFORMAN atau yang kini menjadi PESAING dalam BISNIS HARAM yang pernah KECEWA lalu menyebarkan INFORMASI lama agar dapat DIMUAT kembali atau dijadikan PEMBERITAAN itu, mas, "tambah Cak NUR kepada Insan PERS

"BOHONG semua itu BERITA, mas. Jika memang kami melakukan aksi BORONG SOLAR di berbagai SPBU yang disebutkan maka TANGKAP kami di LOKASI pada hari itu juga sebagai PERAN serta AKTIF dari MASYARAKAT dalam MENCEGAH aksi SOLARMEN atau PENIMBUN SOLAR agar PAHAM siapa PEMILIK mobil PANTHER yang DIMODIFIKASI sebagai UNIT pengangkut BBM SubSidi jenis SOLAR itu, mas. Jangan asal TUDING asal BERITAKAN apalagi sempat sebut saya Oknum LORENG LAUT, piye jal ngunu kuwi, mas, "jelas Cak NUR

Masih Cak NUR, "sempat pula mereka oknum WARTAWAN itu meminta UANG kepada saya lewat PESAN di WA (WhatsApp-Red) sejumlah puluhan JUTA agar BERITA dapat DITURUNKAN namun karena saya (kami) sudah KAPOK dan BERHENTI menjadi seorang SOLARMEN maka tidak kami RESPON karena dapat UANG dari mana dan UANG apa di saat SITUASI serba SULIT dampak EVISIENSI dari PEMERINTAH, mas. Apapun masalah TUDINGAN yang DIBERITAKAN itu tidak BENAR alias BOHONG seharusnya oknum WARTAWAN itu datang temui saya untuk KLARIFIKAS dan KONFIRMAS sebelum MEMUAT atau MENULIS berita agar tidak SEPIHAK, "pungkas Cak NUR kepada Awak Media RED-HEL

Posting Komentar

0 Komentar