Rabu, 25 Februari 2026

Hasil Pekerjaan BERANTAKAN, Dinas PUPR Nganjuk Diduga TUTUP MATA Soal Proyek DRAINASE di Desa NGELAWAK Kecamatan KertoSono


Nganjuk-SJO. Pekerjaan pembangunan sistem drainase (U-Ditch) di Desa NGELAWAK Kecamatan KertoSono Kabupaten NGANJUK diduga asal jadi dan kini menjadi sorotan publik. Pekerjaan yang menelan anggaran Rp. 266.115.829 dari APBD Tahun 2025 dengan pelaksana CV. MAS ADJI dengan masa kerja 60 hari kalender yang diklaim untuk memperlancar aliran air di kawasan padat penduduk tidak sesuai harapan warga. Kenyataannya, sejumlah penututup U-Ditch sudah banyak yang telah PECAH bahkan pemasangan U-Ditch diduga asal jadi yang menyebabkan tatanan tidak merata.

Warga pun mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk. Banyak pihak menilai pengawasan dari dinas terkesan "masuk angin” juga "tutup mata". "Dinas PUPR seolah menutup mata dan tidak mau tahu. Mereka punya PENGAWAS lapangan dan KONSULTAN supervisi, tapi hasilnya seperti ini. UANG RAKYAT ratusan juta terbuang PERCUMA jika dilihat mutu pekerjaan U-Ditch yang HANCUR itu. Jelas bikin MALU, itupun kalau dinas terkait masih punya rasa malu, ”ucap DIDIT kepada WARTAWAN saat ditemui di lokasi pekerjaan.

YUSUF selaku MANDOR proyek saat dikonfirmasi SJO mengatakan, "besok akan saya cek ke lokasi pak"ujar Yusuf, Rabu (25/02/26). Sedangkan ONY SupriYono selaku Plt Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk pun disorot tajam. Saat dimintai KETERANGAN Awak Media juga tidak ada jawaban. Dugaan semakin KUAT mengarah ke dinas terkait akan adanya PERMAINAN. Karena dinas seakan tutup mata dan dugaan ada indikasi masuk angin. "Untuk itu kami berharap pada aparat penegak hukum untuk segera memanggil dan memeriksa siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut. RED-NAR


Share:

Selasa, 24 Februari 2026

AH yang BENAR saja ?. relokasi RPH kota MADIUN Rp. 1.6 MILLIAR tahun 2025 cuma sedia LAHAN FIKTIF dan RENOV PAGAR lama


Madiun-SJO. Aroma BUSUK menghinggapi proyek relokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Madiun tahap pertama yang bersumber dari APBD 2025 senilai Rp. 1,6 miliar dan proyek yang seharusnya menjadi tonggak modernisasi dan peningkatan standar higienitas serta kepatuhan syariat itu kini justru memantik gelombang KECURIGAAN publik. Relokasi RPH dari Jalan Kaswari ke kawasan Jalan Nambangan Kidul, tepatnya di belakang Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Madiun, semula digadang-gadang sebagai langkah strategis. Anggaran Rp. 1,6 miliar disebut-sebut dialokasikan untuk pengurukan dan penyiapan lahan sebagai tahap awal dari rencana tiga tahap pembangunan dalam tiga tahun ke depan, termasuk penyediaan alat penyembelihan modern dan pengelolaan limbah berkelanjutan.

Namun hasil penelusuran tim investigasi media di lokasi justru memunculkan tanda tanya besar. Secara kasat mata, pekerjaan dinilai jauh dari harapan. Indikasi pekerjaan yang terkesan “asal jadi” menyeruak. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang semestinya menjadi komponen vital dalam proyek RPH modern tidak tampak di lokasi. Pagar pengaman lahan pun diduga hanya dibangun sebagian, sementara sisanya sekadar memanfaatkan pagar lama, padahal dalam spesifikasi disebutkan pembangunan pagar harus mengelilingi seluruh area belakang Distan-KP. Ketua Umum LSM dan LBH Landas, Untung Setiawan, SH, angkat suara keras. Ia menilai ada kejanggalan serius yang tak bisa dianggap sepele. “Kalau IPAL tidak ada, pagar tidak dibangun utuh sesuai spesifikasi, lalu Rp. 1,6 miliar itu sebenarnya untuk apa?. Jangan sampai publik hanya disuguhi tanah urug dan pondasi seadanya, sementara dokumen di atas kertas terlihat rapi, ”tegasnya.

Saat DIKONFIRMASI melalui pesan WhatsApp, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Jumakir, menyatakan bahwa pekerjaan tersebut telah dikoordinasikan dengan pejabat lama dan saat ini menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat serta monitoring LPSE. Namun jawaban itu justru menambah daftar pertanyaan, “Inspektorat yang mana? Apa kewenangannya?, Apakah pemeriksaan itu berdiri sendiri atau berdasarkan temuan lembaga negara yang berwenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara?, ”kritik Untung. Ia juga mempertanyakan makna “monitoring LPSE”, apakah sekadar pemantauan administrasi sistem lelang elektronik atau menyentuh substansi pelaksanaan proyek di lapangan?. Sorotan lain yang tak kalah tajam mengarah pada perusahaan pemenang proyek, yakni CV Sahabat Kerja yang disebut beralamat di Jalan Mayjen Sungkono No. 125, Kota Madiun.

ALAMAT tersebut diduga tidak jelas bahkan terindikasi FIKTIF. Jika dugaan itu benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar teknis pembangunan, melainkan menyangkut validitas administrasi dan tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dalam aturan pengadaan barang dan jasa, PPK memiliki kewajiban melakukan verifikasi menyeluruh atas dokumen penyedia. Jika ditemukan kejanggalan atau ketidakjelasan, PPK berhak menolak bahkan membatalkan hasil lelang dan memerintahkan lelang ulang. "Kalau alamat perusahaan tidak jelas, dokumen meragukan, bahkan SPT tahunan tidak transparan, mengapa proyek tetap berjalan? Siapa yang menjamin semua ini bersih?, ”lanjut Untung dengan nada tajam. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa LSM dan timnya akan melanjutkan langkah koordinasi untuk pelaporan atau Pengaduan Masyarakat (Dumas) sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Ia menilai proyek yang diklaim sebagai tahap awal relokasi itu berpotensi menyisakan persoalan serius jika sejak awal pondasinya sudah bermasalah, baik secara fisik maupun administratif.

KECURIGAAN publik pun kembali semakin menguat. Di tengah riuh penegakan hukum dan sorotan terhadap sejumlah kasus korupsi kepala daerah di Jawa Timur, sebagian warga mempertanyakan apakah proyek relokasi RPH ini benar-benar dikelola secara transparan atau justru menyimpan BOM waktu. “Jangan sampai proyek ini hanya menjadi catatan hitam berikutnya. Uang rakyat bukan untuk eksperimen pekerjaan setengah jadi, ”pungkas UNTUNG. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci terkait progres fisik, rincian realisasi anggaran, maupun klarifikasi langsung dari pihak perusahaan pemenang proyek. Publik kini menunggu, apakah pemeriksaan benar-benar akan mengungkap fakta atau sekadar menjadi formalitas di atas kertas sementara proyek terus berjalan tanpa koreksi berarti. TRANSPARANSI dan AKUNTABILITAS menjadi harga MATI. Sebab setiap rupiah APBD adalah amanah masyarakat—dan setiap dugaan penyimpangan adalah alarm keras yang tak boleh diabaikan. HEL-RED


Share:

Sabtu, 07 Februari 2026

NIAT TULUS ingin MAJUKAN DESA, ULIS maju sebagai KADES KLETEK

Sidoarjo-SJO. Momen Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) KLETEK, Kecamatan TAMAN, Kabupaten SIDOARO, mulai menghangat dan ULIS yang pernah DIKENAL warga sebagai MANTAN seorang Sekretaris Desa (SekDes) pernah berkecimpung dalam pelayanan PUBLIK desa kini RESMI mendaftarkan diri sebagai BACALON alias Bakal Calon Kepala Desa. Kedatangannya DSAMBUT antusias sejumlah warga yang mengantar proses pendaftaran di kantor desa, JUMAT, 06/02/26. BERKAS pencalonan ULIS diterima langsung oleh Ketua Panitia PILKADES KLETEK dan dalam PROSES yang berlangsung TERTIB tersebut, ULIS menyerahkan DOKUMENT administrasi yang menjadi SYARAT utama tahapan SELEKSI calon KADES. Ketua PILKADES menyatakan PANITIA akan melakukan VERIFIKASI (pencocokan) menyeluruh sebelum menetapkan DAFTAR calon yang mempenuhi SYARAT.

Nama ULIS sebenarnya bukan SOSOK yang baru bagi WARGA Desa KLETEK, selama MENJABAT sebagai SekDes, ia dikenal AKTIF dalam berbagai PROGRAM pelayanan masyarakat, mulai dari penguatan administrasi desa hingga pendampingan kegiatan sosial kemasyarakatan. REKAM JEJAK itulah membuat sebagian warga menyebutnya sebagai salah satu FIGUR PILIHAN dalam ajang PILKADES mendatang. Beberapa Tokoh Masyarakat yang HADIR mengaku OPTIMIS terhadap kepemimpinan ULIS . Mereka menilai PENGALAMAN birokrasi desa menjadi modal KUAT untuk melanjutkan pembangunan serta mempercepat pelayanan publik. "Selama ini beliau dekat dengan warga dan RESPONSIF atau CEPAT dan TANGGAP terhadap KELUHAN masyarakat, "ucap salah satu warga yang turut mengantar pendaftaran.

ULIS bakal CALON kepala desa KLETEK

Dalam keterangannya, ULIS menyampaikan, "terima kasih atas dukungan masyarakat. saya mempstikan NIAT maju sebagai bentuk PENGABDIAN lanjutan untuk desa sebab Desa KLETEK ini membutuhkan TATA KELOLA pemerintahan desa yang transparan, pelayanan yang cepat serta program pembangunan yang mensentuh KEBUTUHAN  warga secara langsung dan di sini saya tekankan pentingnya KOLABURASI antara PEMDES, lembaga masyarakat dan generasi muda dalam merancang masa depan desa yang lebih maju karena PILKADES bukan sekadar AJANG tetapi sebuah MOMENTUM bersama untuk MEMPERKUAT persatuan dan memajukan desa, "ujarnya.

"TAHAPAN pendaftaran bakal calon KADSE KLETEK saat ini masih berlangsung dan PANITIA membuka KESEMPATAN bagi WARGA yang mempenuhi persyaratan untuk ikut mendaftar hingga batas waktu yang telah ditentukan. Setelah proses verifikasi administrasi, tahapan berikutnya akan memasuki PENETAPAN calon serta SOSIALISASI kepada masyarakat sesuai REGULASI yang berlaku. Dengan PENGALAMAN panjang saya di pemerintahan desa serta DUKUNGAN yang terus mengalir dari berbagai ELEMEN masyarakat, saya ULIS sebagai salah satu KANDIDAT kuat dalam PILKADES KELETEK mendatang walau dinamika POLITIK desa diperkirakan masih akan berkembang seiring munculnya CALON lain yang SIAP untuk BERSAING secara SEHAT dalam kontestasi ini. "lanjut ULIS kepada WARTAWAN saat ditemui di Balai Desa KLETEK itu. RED-HEL



Share:

Senin, 02 Februari 2026

Sempat Membuat BAROMETER Dunia BERGETAR, Muhammad QASIM Kembali GUNCANG Trending TOPIC di MedSos "X" Wilayah AMERKA SERKAT


WASHINGTON D.C.-KIO. Siapa itu Muhammad QASIM Bin ABDUL Karim kembali MENCURI perhatian PUBLIK Global. Belum reda perbincangan pekan lalu, hari ini nama Muhammad QASIM kembali "MENJEBOL" papan atas trending topic di platform X (twitter) wilayah Amerika Serikat. Kehadiran narasi QAAIM yang konsisten muncul di LINI masa Negeri Paman SAM ini mempicu DISKUSI hangat di kalangan netizen internasional. Mengingat posisi AS sebagai barometer informasi dunia, trend ini dianggap bukan lagi sekadar angin lalu.

Mengapa Amerika Serikat ?

Banyak analis media sosial berpendapat bahwa "menguasai opini di Amerika adalah kunci menguasai opini dunia."Ketika sebuah topik berhasil menembus algoritma AS secara berulang kali, hal itu biasanya menandakan adanya gelombang besar yang sedang bergerak di akar rumput. Konsistensi yang Tak Lazim: Nama Qasim tidak hanya muncul sekali, melainkan berkali-kali (Lagi, Lagi, dan Lagi!), menunjukkan adanya ketertarikan masif dari pengguna X di Amerika terhadap mimpi-mimpi dan narasi yang dibawanya. Barometer Global: Apa yang dibicarakan di Washington atau New York hari ini, biasanya akan menjadi bahan diskusi di Jakarta, London, hingga Kairo esok hari.

Reaksi Netizen: Antara Penasaran dan Takjub

Pantauan di tagar terkait menunjukkan beragam reaksi. Mulai dari warga AS yang mulai mencari tahu siapa sosok pria asal Pakistan ini, hingga para pendukung setianya yang melihat ini sebagai bukti bahwa pesan Qasim mulai diterima secara universal, melampaui batas negara dan agama. "It’s happening again. Muhammad Qasim is trending in the US. People are starting to listen," tulis salah satu akun bercentang biru di X.

Dampak Terhadap Opini Dunia

Dengan dominasi di jagat maya AS, narasi mengenai Muhammad Qasim kini memiliki panggung yang lebih luas. Di dunia digital yang tanpa batas, keberhasilan menembus pasar informasi Amerika Serikat adalah "kemenangan strategis" dalam penyebaran informasi secara organik. Apakah tren ini akan terus bertahan dan mengubah cara dunia memandang sosok Muhammad Qasim? Ataukah ini merupakan fenomena digital baru yang akan mendefinisikan ulang cara pesan-pesan spiritual tersebar di era AI? Satu yang pasti: dunia kini sedang memperhatikan

Di bawah salah satu pesan Mimpinya ;

TIGA MENARA ISLAM | KERUNTUHAN TURKI dan ARAB SAUDI  (22 JANUARI 2017)

Bismillahirrahmanirrahim

Di dalam sebuah mimpi 22 Januari 2017, Qasim melihat semua negara memiliki bangunan masing-masing, semakin besar satu negara itu, semakin besar bangunannya. USA memiliki bangunan terbesar, kemudian Rusia yang kedua. Negara-negara muslim tidak memiliki bangunan tetapi memiliki menara-menara putih dan aku hanya melihat ada tiga menara putih. Dua menara berdekatan, tetapi yang ketiga agak jauh. Menara yang pertama ada bendera Turki, dan lebih besar dari dua menara yang lain. Pada menara kedua yang terletak di sebelahnya ada bendera Arab Saudi, dan pada menara yang jauh itu ada bendera Pakistan.

Berdekatan dengan menara Pakistan ada dua bangunan yang di atasnya ada bendera China dan India. Kemudian aku melihat beberapa pemimpin bukan Islam sedang merangka rancangan. Mereka berkata antara satu sama lain, “Kita adalah pemilik bangunan terbaik dan kita memberikan kebebasan. Tetapi orang-orang Islam mempunyai menara-menara dan mereka percaya pada Tuhan Yang Satu namanya Allah, dan mereka tidak menyembah tuhan-tuhan kita dan menara-menara mereka juga telah menghancurkan kedamaian dan keindahan dunia.”

“Jika kita hancurkan tiga menara ini maka nanti bangunan-bangunan kita akan kekal selamanya, dan Islam akan musnah semuanya, kemudian seluruh dunia akan menjadi satu suara. Akhirnya umat Islam akan menerima tuhan-tuhan kita, dan jika mereka tidak mahu, kita akan bunuh mereka. Kemudian kita akan menguasai seluruh dunia dan kita boleh melakukan apa sahaja yang kita mahu.” Setelah mendengar rancangan licik mereka, aku menjadi terkejut dan bimbang.

Kemudian aku melihat mereka menghancurkan menara Turki daripada bawahnya dan ia mula jatuh. Dan masyarakat Turki malah tidak sedar langsung tentangnya. Bangunan Russia ada di sebelahnya, apabila menara Turki mula jatuh, bangunan Russia membantunya dengan tali-tali untuk menghalang menara Turki dari runtuh. Russia ada kepentingan tersendiri dalam perkara ini. Tetapi rakyat dan kerajaan Turki tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkan menara mereka. Mereka tak mampu berbuat apa-apa kerana menara itu terlalu besar dan asasnya telah rosak semuanya. Sekarang ia tidak jatuh hanya kerana bantuan tali-tali dari Russia.

Kemudian kuasa jahat mula menghancurkan tali-tali Russia itu dan kemudian mereka bergerak ke arah menara kedua (Arab Saudi). Selepas melihat semua ini, aku berkata, “orang-orang jahat itu telah berbuat begitu banyak untuk menjayakan rancangan mereka dan kita, umat Islam, masih di dalam tidur yang lena. Kita tidak melakukan apa apa pun untuk mempertahankan ketiga-tiga menara itu, dan kita tidak melakukan apa apa pun untuk menyelamatkan Islam.

Jika menara pertama telah hancur maka menara kedua juga tidak akan selamat, dan menara ketiga akan tinggal satu-satunya menara.  Jadi bagaimana menara ketiga ini boleh berperang melawan ratusan bangunan-bangunan itu sendirian?”. #MimpiMuhammadQasim, #MimpiBenar, #KastilIslam, #Turkey, #ArabSaudi, #Pakistan, #JauhiSyirik, #AkhirZaman. RED-MAS


Share: