WASHINGTON D.C.-KIO. Siapa itu Muhammad QASIM Bin ABDUL Karim kembali MENCURI perhatian PUBLIK Global. Belum reda perbincangan pekan lalu, hari ini nama Muhammad QASIM kembali "MENJEBOL" papan atas trending topic di platform X (twitter) wilayah Amerika Serikat. Kehadiran narasi QAAIM yang konsisten muncul di LINI masa Negeri Paman SAM ini mempicu DISKUSI hangat di kalangan netizen internasional. Mengingat posisi AS sebagai barometer informasi dunia, trend ini dianggap bukan lagi sekadar angin lalu.
Mengapa Amerika Serikat ?
Banyak analis media sosial berpendapat bahwa "menguasai opini di Amerika adalah kunci menguasai opini dunia."Ketika sebuah topik berhasil menembus algoritma AS secara berulang kali, hal itu biasanya menandakan adanya gelombang besar yang sedang bergerak di akar rumput. Konsistensi yang Tak Lazim: Nama Qasim tidak hanya muncul sekali, melainkan berkali-kali (Lagi, Lagi, dan Lagi!), menunjukkan adanya ketertarikan masif dari pengguna X di Amerika terhadap mimpi-mimpi dan narasi yang dibawanya. Barometer Global: Apa yang dibicarakan di Washington atau New York hari ini, biasanya akan menjadi bahan diskusi di Jakarta, London, hingga Kairo esok hari.
Reaksi Netizen: Antara Penasaran dan Takjub
Pantauan di tagar terkait menunjukkan beragam reaksi. Mulai dari warga AS yang mulai mencari tahu siapa sosok pria asal Pakistan ini, hingga para pendukung setianya yang melihat ini sebagai bukti bahwa pesan Qasim mulai diterima secara universal, melampaui batas negara dan agama. "It’s happening again. Muhammad Qasim is trending in the US. People are starting to listen," tulis salah satu akun bercentang biru di X.
Dampak Terhadap Opini Dunia
Dengan dominasi di jagat maya AS, narasi mengenai Muhammad Qasim kini memiliki panggung yang lebih luas. Di dunia digital yang tanpa batas, keberhasilan menembus pasar informasi Amerika Serikat adalah "kemenangan strategis" dalam penyebaran informasi secara organik. Apakah tren ini akan terus bertahan dan mengubah cara dunia memandang sosok Muhammad Qasim? Ataukah ini merupakan fenomena digital baru yang akan mendefinisikan ulang cara pesan-pesan spiritual tersebar di era AI? Satu yang pasti: dunia kini sedang memperhatikan
Di bawah salah satu pesan Mimpinya ;
TIGA MENARA ISLAM | KERUNTUHAN TURKI dan ARAB SAUDI (22 JANUARI 2017)
Bismillahirrahmanirrahim
Di dalam sebuah mimpi 22 Januari 2017, Qasim melihat semua negara memiliki bangunan masing-masing, semakin besar satu negara itu, semakin besar bangunannya. USA memiliki bangunan terbesar, kemudian Rusia yang kedua. Negara-negara muslim tidak memiliki bangunan tetapi memiliki menara-menara putih dan aku hanya melihat ada tiga menara putih. Dua menara berdekatan, tetapi yang ketiga agak jauh. Menara yang pertama ada bendera Turki, dan lebih besar dari dua menara yang lain. Pada menara kedua yang terletak di sebelahnya ada bendera Arab Saudi, dan pada menara yang jauh itu ada bendera Pakistan.
Berdekatan dengan menara Pakistan ada dua bangunan yang di atasnya ada bendera China dan India. Kemudian aku melihat beberapa pemimpin bukan Islam sedang merangka rancangan. Mereka berkata antara satu sama lain, “Kita adalah pemilik bangunan terbaik dan kita memberikan kebebasan. Tetapi orang-orang Islam mempunyai menara-menara dan mereka percaya pada Tuhan Yang Satu namanya Allah, dan mereka tidak menyembah tuhan-tuhan kita dan menara-menara mereka juga telah menghancurkan kedamaian dan keindahan dunia.”
“Jika kita hancurkan tiga menara ini maka nanti bangunan-bangunan kita akan kekal selamanya, dan Islam akan musnah semuanya, kemudian seluruh dunia akan menjadi satu suara. Akhirnya umat Islam akan menerima tuhan-tuhan kita, dan jika mereka tidak mahu, kita akan bunuh mereka. Kemudian kita akan menguasai seluruh dunia dan kita boleh melakukan apa sahaja yang kita mahu.” Setelah mendengar rancangan licik mereka, aku menjadi terkejut dan bimbang.
Kemudian aku melihat mereka menghancurkan menara Turki daripada bawahnya dan ia mula jatuh. Dan masyarakat Turki malah tidak sedar langsung tentangnya. Bangunan Russia ada di sebelahnya, apabila menara Turki mula jatuh, bangunan Russia membantunya dengan tali-tali untuk menghalang menara Turki dari runtuh. Russia ada kepentingan tersendiri dalam perkara ini. Tetapi rakyat dan kerajaan Turki tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkan menara mereka. Mereka tak mampu berbuat apa-apa kerana menara itu terlalu besar dan asasnya telah rosak semuanya. Sekarang ia tidak jatuh hanya kerana bantuan tali-tali dari Russia.
Kemudian kuasa jahat mula menghancurkan tali-tali Russia itu dan kemudian mereka bergerak ke arah menara kedua (Arab Saudi). Selepas melihat semua ini, aku berkata, “orang-orang jahat itu telah berbuat begitu banyak untuk menjayakan rancangan mereka dan kita, umat Islam, masih di dalam tidur yang lena. Kita tidak melakukan apa apa pun untuk mempertahankan ketiga-tiga menara itu, dan kita tidak melakukan apa apa pun untuk menyelamatkan Islam.
Jika menara pertama telah hancur maka menara kedua juga tidak akan selamat, dan menara ketiga akan tinggal satu-satunya menara. Jadi bagaimana menara ketiga ini boleh berperang melawan ratusan bangunan-bangunan itu sendirian?”. #MimpiMuhammadQasim, #MimpiBenar, #KastilIslam, #Turkey, #ArabSaudi, #Pakistan, #JauhiSyirik, #AkhirZaman. RED-MAS

0 $type={blogger}:
Posting Komentar