Nganjuk-SJO. Pekerjaan pembangunan sistem drainase (U-Ditch) di Desa NGELAWAK Kecamatan KertoSono Kabupaten NGANJUK diduga asal jadi dan kini menjadi sorotan publik. Pekerjaan yang menelan anggaran Rp. 266.115.829 dari APBD Tahun 2025 dengan pelaksana CV. MAS ADJI dengan masa kerja 60 hari kalender yang diklaim untuk memperlancar aliran air di kawasan padat penduduk tidak sesuai harapan warga. Kenyataannya, sejumlah penututup U-Ditch sudah banyak yang telah PECAH bahkan pemasangan U-Ditch diduga asal jadi yang menyebabkan tatanan tidak merata.
Warga pun mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk. Banyak pihak menilai pengawasan dari dinas terkesan "masuk angin” juga "tutup mata". "Dinas PUPR seolah menutup mata dan tidak mau tahu. Mereka punya PENGAWAS lapangan dan KONSULTAN supervisi, tapi hasilnya seperti ini. UANG RAKYAT ratusan juta terbuang PERCUMA jika dilihat mutu pekerjaan U-Ditch yang HANCUR itu. Jelas bikin MALU, itupun kalau dinas terkait masih punya rasa malu, ”ucap DIDIT kepada WARTAWAN saat ditemui di lokasi pekerjaan.
YUSUF selaku MANDOR proyek saat dikonfirmasi SJO mengatakan, "besok akan saya cek ke lokasi pak"ujar Yusuf, Rabu (25/02/26). Sedangkan ONY SupriYono selaku Plt Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk pun disorot tajam. Saat dimintai KETERANGAN Awak Media juga tidak ada jawaban. Dugaan semakin KUAT mengarah ke dinas terkait akan adanya PERMAINAN. Karena dinas seakan tutup mata dan dugaan ada indikasi masuk angin. "Untuk itu kami berharap pada aparat penegak hukum untuk segera memanggil dan memeriksa siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut. RED-NAR
.jpg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 $type={blogger}:
Posting Komentar