Rabu, 25 Februari 2026

Hasil Pekerjaan BERANTAKAN, Dinas PUPR Nganjuk Diduga TUTUP MATA Soal Proyek DRAINASE di Desa NGELAWAK Kecamatan KertoSono


Nganjuk-SJO. Pekerjaan pembangunan sistem drainase (U-Ditch) di Desa NGELAWAK Kecamatan KertoSono Kabupaten NGANJUK diduga asal jadi dan kini menjadi sorotan publik. Pekerjaan yang menelan anggaran Rp. 266.115.829 dari APBD Tahun 2025 dengan pelaksana CV. MAS ADJI dengan masa kerja 60 hari kalender yang diklaim untuk memperlancar aliran air di kawasan padat penduduk tidak sesuai harapan warga. Kenyataannya, sejumlah penututup U-Ditch sudah banyak yang telah PECAH bahkan pemasangan U-Ditch diduga asal jadi yang menyebabkan tatanan tidak merata.

Warga pun mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk. Banyak pihak menilai pengawasan dari dinas terkesan "masuk angin” juga "tutup mata". "Dinas PUPR seolah menutup mata dan tidak mau tahu. Mereka punya PENGAWAS lapangan dan KONSULTAN supervisi, tapi hasilnya seperti ini. UANG RAKYAT ratusan juta terbuang PERCUMA jika dilihat mutu pekerjaan U-Ditch yang HANCUR itu. Jelas bikin MALU, itupun kalau dinas terkait masih punya rasa malu, ”ucap DIDIT kepada WARTAWAN saat ditemui di lokasi pekerjaan.

YUSUF selaku MANDOR proyek saat dikonfirmasi SJO mengatakan, "besok akan saya cek ke lokasi pak"ujar Yusuf, Rabu (25/02/26). Sedangkan ONY SupriYono selaku Plt Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk pun disorot tajam. Saat dimintai KETERANGAN Awak Media juga tidak ada jawaban. Dugaan semakin KUAT mengarah ke dinas terkait akan adanya PERMAINAN. Karena dinas seakan tutup mata dan dugaan ada indikasi masuk angin. "Untuk itu kami berharap pada aparat penegak hukum untuk segera memanggil dan memeriksa siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut. RED-NAR


Share:

Selasa, 24 Februari 2026

AH yang BENAR saja ?. relokasi RPH kota MADIUN Rp. 1.6 MILLIAR tahun 2025 cuma sedia LAHAN FIKTIF dan RENOV PAGAR lama


Madiun-SJO. Aroma BUSUK menghinggapi proyek relokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Madiun tahap pertama yang bersumber dari APBD 2025 senilai Rp. 1,6 miliar dan proyek yang seharusnya menjadi tonggak modernisasi dan peningkatan standar higienitas serta kepatuhan syariat itu kini justru memantik gelombang KECURIGAAN publik. Relokasi RPH dari Jalan Kaswari ke kawasan Jalan Nambangan Kidul, tepatnya di belakang Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Madiun, semula digadang-gadang sebagai langkah strategis. Anggaran Rp. 1,6 miliar disebut-sebut dialokasikan untuk pengurukan dan penyiapan lahan sebagai tahap awal dari rencana tiga tahap pembangunan dalam tiga tahun ke depan, termasuk penyediaan alat penyembelihan modern dan pengelolaan limbah berkelanjutan.

Namun hasil penelusuran tim investigasi media di lokasi justru memunculkan tanda tanya besar. Secara kasat mata, pekerjaan dinilai jauh dari harapan. Indikasi pekerjaan yang terkesan “asal jadi” menyeruak. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang semestinya menjadi komponen vital dalam proyek RPH modern tidak tampak di lokasi. Pagar pengaman lahan pun diduga hanya dibangun sebagian, sementara sisanya sekadar memanfaatkan pagar lama, padahal dalam spesifikasi disebutkan pembangunan pagar harus mengelilingi seluruh area belakang Distan-KP. Ketua Umum LSM dan LBH Landas, Untung Setiawan, SH, angkat suara keras. Ia menilai ada kejanggalan serius yang tak bisa dianggap sepele. “Kalau IPAL tidak ada, pagar tidak dibangun utuh sesuai spesifikasi, lalu Rp. 1,6 miliar itu sebenarnya untuk apa?. Jangan sampai publik hanya disuguhi tanah urug dan pondasi seadanya, sementara dokumen di atas kertas terlihat rapi, ”tegasnya.

Saat DIKONFIRMASI melalui pesan WhatsApp, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Jumakir, menyatakan bahwa pekerjaan tersebut telah dikoordinasikan dengan pejabat lama dan saat ini menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat serta monitoring LPSE. Namun jawaban itu justru menambah daftar pertanyaan, “Inspektorat yang mana? Apa kewenangannya?, Apakah pemeriksaan itu berdiri sendiri atau berdasarkan temuan lembaga negara yang berwenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara?, ”kritik Untung. Ia juga mempertanyakan makna “monitoring LPSE”, apakah sekadar pemantauan administrasi sistem lelang elektronik atau menyentuh substansi pelaksanaan proyek di lapangan?. Sorotan lain yang tak kalah tajam mengarah pada perusahaan pemenang proyek, yakni CV Sahabat Kerja yang disebut beralamat di Jalan Mayjen Sungkono No. 125, Kota Madiun.

ALAMAT tersebut diduga tidak jelas bahkan terindikasi FIKTIF. Jika dugaan itu benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar teknis pembangunan, melainkan menyangkut validitas administrasi dan tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dalam aturan pengadaan barang dan jasa, PPK memiliki kewajiban melakukan verifikasi menyeluruh atas dokumen penyedia. Jika ditemukan kejanggalan atau ketidakjelasan, PPK berhak menolak bahkan membatalkan hasil lelang dan memerintahkan lelang ulang. "Kalau alamat perusahaan tidak jelas, dokumen meragukan, bahkan SPT tahunan tidak transparan, mengapa proyek tetap berjalan? Siapa yang menjamin semua ini bersih?, ”lanjut Untung dengan nada tajam. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa LSM dan timnya akan melanjutkan langkah koordinasi untuk pelaporan atau Pengaduan Masyarakat (Dumas) sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Ia menilai proyek yang diklaim sebagai tahap awal relokasi itu berpotensi menyisakan persoalan serius jika sejak awal pondasinya sudah bermasalah, baik secara fisik maupun administratif.

KECURIGAAN publik pun kembali semakin menguat. Di tengah riuh penegakan hukum dan sorotan terhadap sejumlah kasus korupsi kepala daerah di Jawa Timur, sebagian warga mempertanyakan apakah proyek relokasi RPH ini benar-benar dikelola secara transparan atau justru menyimpan BOM waktu. “Jangan sampai proyek ini hanya menjadi catatan hitam berikutnya. Uang rakyat bukan untuk eksperimen pekerjaan setengah jadi, ”pungkas UNTUNG. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci terkait progres fisik, rincian realisasi anggaran, maupun klarifikasi langsung dari pihak perusahaan pemenang proyek. Publik kini menunggu, apakah pemeriksaan benar-benar akan mengungkap fakta atau sekadar menjadi formalitas di atas kertas sementara proyek terus berjalan tanpa koreksi berarti. TRANSPARANSI dan AKUNTABILITAS menjadi harga MATI. Sebab setiap rupiah APBD adalah amanah masyarakat—dan setiap dugaan penyimpangan adalah alarm keras yang tak boleh diabaikan. HEL-RED


Share:

Sabtu, 07 Februari 2026

NIAT TULUS ingin MAJUKAN DESA, ULIS maju sebagai KADES KLETEK

Sidoarjo-SJO. Momen Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) KLETEK, Kecamatan TAMAN, Kabupaten SIDOARO, mulai menghangat dan ULIS yang pernah DIKENAL warga sebagai MANTAN seorang Sekretaris Desa (SekDes) pernah berkecimpung dalam pelayanan PUBLIK desa kini RESMI mendaftarkan diri sebagai BACALON alias Bakal Calon Kepala Desa. Kedatangannya DSAMBUT antusias sejumlah warga yang mengantar proses pendaftaran di kantor desa, JUMAT, 06/02/26. BERKAS pencalonan ULIS diterima langsung oleh Ketua Panitia PILKADES KLETEK dan dalam PROSES yang berlangsung TERTIB tersebut, ULIS menyerahkan DOKUMENT administrasi yang menjadi SYARAT utama tahapan SELEKSI calon KADES. Ketua PILKADES menyatakan PANITIA akan melakukan VERIFIKASI (pencocokan) menyeluruh sebelum menetapkan DAFTAR calon yang mempenuhi SYARAT.

Nama ULIS sebenarnya bukan SOSOK yang baru bagi WARGA Desa KLETEK, selama MENJABAT sebagai SekDes, ia dikenal AKTIF dalam berbagai PROGRAM pelayanan masyarakat, mulai dari penguatan administrasi desa hingga pendampingan kegiatan sosial kemasyarakatan. REKAM JEJAK itulah membuat sebagian warga menyebutnya sebagai salah satu FIGUR PILIHAN dalam ajang PILKADES mendatang. Beberapa Tokoh Masyarakat yang HADIR mengaku OPTIMIS terhadap kepemimpinan ULIS . Mereka menilai PENGALAMAN birokrasi desa menjadi modal KUAT untuk melanjutkan pembangunan serta mempercepat pelayanan publik. "Selama ini beliau dekat dengan warga dan RESPONSIF atau CEPAT dan TANGGAP terhadap KELUHAN masyarakat, "ucap salah satu warga yang turut mengantar pendaftaran.

ULIS bakal CALON kepala desa KLETEK

Dalam keterangannya, ULIS menyampaikan, "terima kasih atas dukungan masyarakat. saya mempstikan NIAT maju sebagai bentuk PENGABDIAN lanjutan untuk desa sebab Desa KLETEK ini membutuhkan TATA KELOLA pemerintahan desa yang transparan, pelayanan yang cepat serta program pembangunan yang mensentuh KEBUTUHAN  warga secara langsung dan di sini saya tekankan pentingnya KOLABURASI antara PEMDES, lembaga masyarakat dan generasi muda dalam merancang masa depan desa yang lebih maju karena PILKADES bukan sekadar AJANG tetapi sebuah MOMENTUM bersama untuk MEMPERKUAT persatuan dan memajukan desa, "ujarnya.

"TAHAPAN pendaftaran bakal calon KADSE KLETEK saat ini masih berlangsung dan PANITIA membuka KESEMPATAN bagi WARGA yang mempenuhi persyaratan untuk ikut mendaftar hingga batas waktu yang telah ditentukan. Setelah proses verifikasi administrasi, tahapan berikutnya akan memasuki PENETAPAN calon serta SOSIALISASI kepada masyarakat sesuai REGULASI yang berlaku. Dengan PENGALAMAN panjang saya di pemerintahan desa serta DUKUNGAN yang terus mengalir dari berbagai ELEMEN masyarakat, saya ULIS sebagai salah satu KANDIDAT kuat dalam PILKADES KELETEK mendatang walau dinamika POLITIK desa diperkirakan masih akan berkembang seiring munculnya CALON lain yang SIAP untuk BERSAING secara SEHAT dalam kontestasi ini. "lanjut ULIS kepada WARTAWAN saat ditemui di Balai Desa KLETEK itu. RED-HEL



Share:

Senin, 02 Februari 2026

Sempat Membuat BAROMETER Dunia BERGETAR, Muhammad QASIM Kembali GUNCANG Trending TOPIC di MedSos "X" Wilayah AMERKA SERKAT


WASHINGTON D.C.-KIO. Siapa itu Muhammad QASIM Bin ABDUL Karim kembali MENCURI perhatian PUBLIK Global. Belum reda perbincangan pekan lalu, hari ini nama Muhammad QASIM kembali "MENJEBOL" papan atas trending topic di platform X (twitter) wilayah Amerika Serikat. Kehadiran narasi QAAIM yang konsisten muncul di LINI masa Negeri Paman SAM ini mempicu DISKUSI hangat di kalangan netizen internasional. Mengingat posisi AS sebagai barometer informasi dunia, trend ini dianggap bukan lagi sekadar angin lalu.

Mengapa Amerika Serikat ?

Banyak analis media sosial berpendapat bahwa "menguasai opini di Amerika adalah kunci menguasai opini dunia."Ketika sebuah topik berhasil menembus algoritma AS secara berulang kali, hal itu biasanya menandakan adanya gelombang besar yang sedang bergerak di akar rumput. Konsistensi yang Tak Lazim: Nama Qasim tidak hanya muncul sekali, melainkan berkali-kali (Lagi, Lagi, dan Lagi!), menunjukkan adanya ketertarikan masif dari pengguna X di Amerika terhadap mimpi-mimpi dan narasi yang dibawanya. Barometer Global: Apa yang dibicarakan di Washington atau New York hari ini, biasanya akan menjadi bahan diskusi di Jakarta, London, hingga Kairo esok hari.

Reaksi Netizen: Antara Penasaran dan Takjub

Pantauan di tagar terkait menunjukkan beragam reaksi. Mulai dari warga AS yang mulai mencari tahu siapa sosok pria asal Pakistan ini, hingga para pendukung setianya yang melihat ini sebagai bukti bahwa pesan Qasim mulai diterima secara universal, melampaui batas negara dan agama. "It’s happening again. Muhammad Qasim is trending in the US. People are starting to listen," tulis salah satu akun bercentang biru di X.

Dampak Terhadap Opini Dunia

Dengan dominasi di jagat maya AS, narasi mengenai Muhammad Qasim kini memiliki panggung yang lebih luas. Di dunia digital yang tanpa batas, keberhasilan menembus pasar informasi Amerika Serikat adalah "kemenangan strategis" dalam penyebaran informasi secara organik. Apakah tren ini akan terus bertahan dan mengubah cara dunia memandang sosok Muhammad Qasim? Ataukah ini merupakan fenomena digital baru yang akan mendefinisikan ulang cara pesan-pesan spiritual tersebar di era AI? Satu yang pasti: dunia kini sedang memperhatikan

Di bawah salah satu pesan Mimpinya ;

TIGA MENARA ISLAM | KERUNTUHAN TURKI dan ARAB SAUDI  (22 JANUARI 2017)

Bismillahirrahmanirrahim

Di dalam sebuah mimpi 22 Januari 2017, Qasim melihat semua negara memiliki bangunan masing-masing, semakin besar satu negara itu, semakin besar bangunannya. USA memiliki bangunan terbesar, kemudian Rusia yang kedua. Negara-negara muslim tidak memiliki bangunan tetapi memiliki menara-menara putih dan aku hanya melihat ada tiga menara putih. Dua menara berdekatan, tetapi yang ketiga agak jauh. Menara yang pertama ada bendera Turki, dan lebih besar dari dua menara yang lain. Pada menara kedua yang terletak di sebelahnya ada bendera Arab Saudi, dan pada menara yang jauh itu ada bendera Pakistan.

Berdekatan dengan menara Pakistan ada dua bangunan yang di atasnya ada bendera China dan India. Kemudian aku melihat beberapa pemimpin bukan Islam sedang merangka rancangan. Mereka berkata antara satu sama lain, “Kita adalah pemilik bangunan terbaik dan kita memberikan kebebasan. Tetapi orang-orang Islam mempunyai menara-menara dan mereka percaya pada Tuhan Yang Satu namanya Allah, dan mereka tidak menyembah tuhan-tuhan kita dan menara-menara mereka juga telah menghancurkan kedamaian dan keindahan dunia.”

“Jika kita hancurkan tiga menara ini maka nanti bangunan-bangunan kita akan kekal selamanya, dan Islam akan musnah semuanya, kemudian seluruh dunia akan menjadi satu suara. Akhirnya umat Islam akan menerima tuhan-tuhan kita, dan jika mereka tidak mahu, kita akan bunuh mereka. Kemudian kita akan menguasai seluruh dunia dan kita boleh melakukan apa sahaja yang kita mahu.” Setelah mendengar rancangan licik mereka, aku menjadi terkejut dan bimbang.

Kemudian aku melihat mereka menghancurkan menara Turki daripada bawahnya dan ia mula jatuh. Dan masyarakat Turki malah tidak sedar langsung tentangnya. Bangunan Russia ada di sebelahnya, apabila menara Turki mula jatuh, bangunan Russia membantunya dengan tali-tali untuk menghalang menara Turki dari runtuh. Russia ada kepentingan tersendiri dalam perkara ini. Tetapi rakyat dan kerajaan Turki tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkan menara mereka. Mereka tak mampu berbuat apa-apa kerana menara itu terlalu besar dan asasnya telah rosak semuanya. Sekarang ia tidak jatuh hanya kerana bantuan tali-tali dari Russia.

Kemudian kuasa jahat mula menghancurkan tali-tali Russia itu dan kemudian mereka bergerak ke arah menara kedua (Arab Saudi). Selepas melihat semua ini, aku berkata, “orang-orang jahat itu telah berbuat begitu banyak untuk menjayakan rancangan mereka dan kita, umat Islam, masih di dalam tidur yang lena. Kita tidak melakukan apa apa pun untuk mempertahankan ketiga-tiga menara itu, dan kita tidak melakukan apa apa pun untuk menyelamatkan Islam.

Jika menara pertama telah hancur maka menara kedua juga tidak akan selamat, dan menara ketiga akan tinggal satu-satunya menara.  Jadi bagaimana menara ketiga ini boleh berperang melawan ratusan bangunan-bangunan itu sendirian?”. #MimpiMuhammadQasim, #MimpiBenar, #KastilIslam, #Turkey, #ArabSaudi, #Pakistan, #JauhiSyirik, #AkhirZaman. RED-MAS


Share:

Sabtu, 24 Januari 2026

Cegah PENCEMARAN Bakteri Pada Sumber Daya Air, DIRUT PERUMDA Tirta KANJURUHAN Pimpin langsung Sambang Sumber KRABYAKAN Lawang


Malang-SJO. Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Tirta KANJURUHAN kembali menunjukkan KOMITMEN nyata dalam MENJAGA kelestarian sumber air melalui program "Sambang Sumber". Kali ini, jajaran manajemen meninjau langsung Mata Air KRABYAKAN di Desa SumberNgepoh, Kecamatan Lawang, untuk mempastikan PERLINDUNGAN Sumber Daya Air tetap menjadi PRIORITAS di tengah PEMANFAATAN lahan sebagai Destinasi Wisata. Hadir memimpin kegiatan ini, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, S.Sos., M.M., didampingi oleh Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI), jajaran Kepala Bagian, Kepala Seksi, serta Kepala Unit Lawang. Kehadiran FORMASI lengkap ini BERTUJUAN untuk melakukan EVALUASI menyeluruh, baik dari sisi PENGAWASAN internal, TEKNIS operasional, maupun pelayanan PELANGGAN di wilayah setempat.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, dalam arahannya menekankan bahwa pelestarian sumber air memerlukan keterlibatan seluruh elemen manajemen dan masyarakat. "Kami hadir bersama tim lengkap, mulai dari SPI hingga jajaran teknis dan wilayah, untuk melihat langsung kondisi lapangan. Sumber Krabyakan adalah aset VITAL. Kita harus mempastikan SINERGI antara fungsi sosial, konservasi lingkungan dan pelayanan air bersih berjalan selaras tanpa saling MERUGIKAN, "ujar H. Syamsul Hadi.

Kegiatan ini meliputi beberapa agenda strategis, di antaranya: Audit Lingkungan & Pengawasan: Kepala SPI melakukan peninjauan terkait aspek tata kelola dan perlindungan aset di sekitar area sumber, Koordinasi Teknis: Jajaran Kepala Bagian dan Kepala Seksi memetakan potensi debit air dan teknis perlindungan area tangkapan air (catchment area), Peningkatan Layanan Wilayah: Kepala Unit Lawang berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan distribusi air kepada pelanggan di wilayah Lawang tetap stabil.

Pihak manajemen juga melakukan DIALOG dengan PENGELOLAH wisata setempat untuk MENGEDUKASI pengunjung agar tetap menjaga KEBERSIHAN demi mencegah PENCEMARAN bakteri pada sumber air. Sebagai bentuk KEPEDULAN lingkungan, rombongan juga melakukan PENANAMAN pohon di area sekitar sumber. "KEHADIRIAN kami di sini adalah BUKTI bahwa Perumda Tirta Kanjuruhan tidak hanya duduk di belakang meja. Kami turun langsung ke HULU untuk MENJAMIN bahwa AIR yang DINIKMATI masyarakat adalah AIR yang BERKUALITAS dan TERJAGA keberlanjutannya, "tutur H. Syamsul Hadi kepada WARTAWAN saat ditemui di lokasi. RED-HEL

Share:

Jumat, 23 Januari 2026

Layanan EMAS Standart InterNasional, HILDA Art PhotoGraphy Jadi RUJUKAN Direksi BUMN di SuraBaya

 

SuraBaya-SJO. Di tengah persaingan pasar kerja dan bisnis yang semakin kompetitif, CITRA sebuah visual PROFESIONAL bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan ASET strategis. FENOMENA ini ditangkap oleh HILDA Art PhotoGraphy & Studio sebagai PELUANG untuk menghadirkan LAYANAN yang Executive HeadShot berstandar INTERNASIONAL dari SuraBaya Barat. KUALITAS yang KONSISTEN membuat STUDIO yang berbasis di LIDAH Wetan ini DIPERCAYA oleh berbagai jajaran Direksi BUMN dan Perusahaan ASING di Jawa Timur. PENDEKATAN yang digunakan bukan sekadar MEMPOTRET, melainkan konsultasi BRANDING melalui TEKNIK pencahayaan dan EXPERT Posing Guide yang MAMPU memancarkan OTORITAS serta KREDIBILITAS pimpinan perusahaan.

"KEBUTUHAN untuk ANNUAL Report dan profil LinkedIn yang PROFESIONAL kini meningkat TAJAM dan kami HADIR untuk mempastikan setiap pimpinan memiliki REPRESENTASI visual yang SETARA dengan PRESTISE jabatan mereka. Selain melayani segmen KORPORAT, studio kami ini juga memfasilitasi para PROFESIONAL muda, advokat, dan tenaga medis yang ingin memperkuat kehadiran digital mereka. Dengan peralatan mutakhir dan proses High-End Retouching dan HILDA Art menetapkan STANDAR baru dalam dunia FOTOGRAFI yang PROFESIONAL asal SuraBaya, “ucap YUDHA selaku PEMILIK manajemen HILDA Art.

Pimpinan BUMN dan Ekspatriat di SuraBaya Berpindah Bisnis FOTOGRAFI Berbasis OTORITAS

Di ERA algoritma LinkedIn dan portal berita korporat menentukan KESAN pertama seorang pemimpin, Executive HeadShot bukan lagi sekadar pelengkap ADMINISTRASI namun di SuraBaya yang TREN ini telah bergeser dari sekadar “Foto STUDIO Biasa” menjadi sebuah KEBUTUHAN strategis yang melibatkan PSIKOLOGI visual dan standar TEKNIS tingkat tinggi yakni HILDA Art PhotoGraphy & Studio adalah sebuah bUTIK fotografi yang berbasis di SuraBaya Barat, muncul di GARDA terdepan dalam TRANSFORMASI ini. Berbeda dengan STUDIO masal pada UMUMNYA, HILDA Art mengkhususkan diri pada segmen “AUTHORITY PhotoGraphy”. Sebuah ceruk pasar yang melayani kebutuhan pimpinan BUMN, Direksi Perusahaan ASING dan KONSULTAN Hukum papan atas di Jawa Timur.

Mengapa Otoritas Visual Menjadi Penting ?

PAKAR branding SETUJU bahwa dalam dunia bisnis InterNasional, kredibilitas seorang DIREKTUR seringkali dinilai dalam TIGA detik pertama melalui profil digitalnya. “PIMPINAN perusahaan ASING dan BUMN itu memiliki standar PROTOKOL yang KETAT. Mereka membutuhkan VISUAL yang memancarkan KETEGASAN namun tetap APPROACHABLE dan HILDA Art menjawab TANTANGAN ini dengan sistem Expert POSING Guide dan mereka menyadari bahwa banyak PIMPINAN korporat merasa KAKU di depan KAMERAm oleh karena itu, FOTOGRAFER bertindak sebagai “SUTRADARA Citra”, mengarahkan setiap GERAKAN mikro—mulai dari KEMIRINGAN bahu hingga EKSPRESI mata untuk mempastikan HASIL sebuah FOTO lah yang BERBICARA tentang AURA seorang PEMIMPINAN, “lanjut manajemen HILDA Art.

YUDHA menjelaskan, “MOBILE Studio adalah sebuah EFISIENSI bagi Kaum EKSEKUTIF Salah satu alasan KUAT mengapa perusahaan asing di kawasan INDUSTRI seperti GRESIK (JIIPE) atau SIDOARJO kini melirik HILDA Art adalah layanan On-Site Corporate PhotoGraphy. MENGINGAT jadwal kami sebagai DIREKSI yang sangat PADAT, maka HILDA Art membawa INFRASTRUKTUR studio KELAS atas ke ruang DEWAN Direksi dan PROSES ini melibatkan PENGATURAN pencahayaan SINEMATIK yang disesuaikan dengan ARSITEKTUR kantor bagi KLIEN kami agar dapat menciptakan KOHESI visual antara WAJAH pimpinan dengan IDENTITAS perusahaan mereka. Tentunya hasilnya adalah PORTOFOLIO yang tidak hanya ESTETIS, tetapi juga FUNGSIONAL sebagai ANNUAL Report, PROFIL Media Massa, hingga materi Keynote Speaker di SEMINAR internasional, “jelasnya.

“Standar RETOUCHING Tingkat Lanjut juga merupakan KEUNGGULAN lain yang ingin kami BAHAS dan sampaikan pada PEMBACA dalam industri ini adalah proses High-End Retouching. Di HILDA Art, PENYUNTINGAN tidak BERTUJUAN untuk MENGUBAH wajah, melainkan MEMBERSIHKAN gangguan VISUAL dengan teknik FREQUENCY Separation yang MENJAGA tekstur kulit ASLI tetap tampak. Hal ini sangat KRUSIAL bagi PUBLIKASI media cetak beresolusi tinggi dengan KARAKTER wajah tetap menjadi PRIORITAS utama. Dengan rekam JEJAK yang SOLID melayani entitas NEGARA dan perusahaan MultiNasional, kami manajemen HILDA Art PhotoGraphy kini bukan sekadar Studio Foto, melainkan KONSULTAN citra bagi mereka yang berada di puncak PIRAMIDA bisnis SuraBaya, “tambah YUDHA.

Layanan Home Service HILDA Art Mengubah Cara Warga SuraBaya Mengabadikan MOMEN

SuraBaya adalah kota yang tidak pernah tidur, namun kemacetannya seringkali menjadi penghalang bagi keluarga untuk mengakses layanan berkualitas. Terutama ketika urusannya adalah dokumen sensitif seperti foto Visa biometrik atau mendokumentasikan orang tua yang sudah lanjut usia. Merespons dinamika tersebut, HILDA Art Photography melakukan terobosan yang sebelumnya jarang disentuh oleh studio besar: mereka meruntuhkan dinding studio dan membawanya langsung ke rumah-rumah warga di Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik melalui layanan Home SERVICE.

“Kami MENJAWAB Kebutuhan Keluarga URBAN bagi seorang IBU dengan BALITA, atau KELUARGA yang merawat LANSIA dengan keterbatasan MOBILITAS, perjalanan menuju studio foto di tengah terik SuraBaya adalah sebuah tantangan besar dan di sini kami melihat banyak KLIEN yang STRES sebelum PEMOTRETAN dimulai karena LELAH di JALAN. Itulah MENGAPA kami MEMUTUSKAN untuk MENJEMPUT bola. Layanan ini mencakup kebutuhan esensial seperti foto PASPOR dan VISA, “ucap YUDHA

Standar BIOMETRIK untuk KEDUTAAN besar (seperti visa Amerika, Schengen, atau Jepang) sangatlah KETAT. Sedikit KESALAHAN milimeter pada BAYANGAN atau posisi TELINGA dapat BERAKIBAT pada PENOLAKAN dokumen. Kami mempahami betul akan HAL itu maka kami HILDA Art membawa PERALATAN pencahayaan studio yang MAMPU menghilangkan BAYANGAN yang tidak DIINGINKAN dan mempastikan setiap JEPRETAN di ruang tamu KLIEN setara dengan hasil STUDIO pusat, “ujar pimpinan HILDA Art ini.

KEINTIMAN dalam Foto KELUARGA dan KEDUKAAN

Lebih dari sekadar dokumen FORMAL, layanan Home Service ini berkembang menjadi sesi FAMILY Portrait yang lebih INTIM di lingkungan rumah sendiri, anggota KELUARGA cenderung lebih RILEKS, menghasilkan SENYUM yang lebih TULUS dan MOMEN yang lebih CAIR. Selain itu, HILDA Art menyentuh sisi KEMANUSIAAN melalui layanan Dokumentasi KEDUKAAN. Dalam suasana duka, kehadiran FOTOGRAFER seringkali dianggap MENGGANGGU. Namun, dengan pendekatan DISCREET—menggunakan lensa panjang dan pergerakan yang tenang—HILDA Art MAMPU mengabadikan PENGHORMATAN terakhir dengan penuh rasa HORMAT. Layanan ini menjadi JEMBATAN bagi KELUARGA untuk mengenang WARISAN kasih sayang tanpa harus KEHILANGAN kekhusyukan prosesi.

TEKNOLOGI di Balik KEMUDAHAN

Meskipun bersifat layanan kunjungan, HILDA Art tetap mengedepankan ASPEK teknologi. Dari sistem BOOKING digital yang TRANSPARAN hingga pengiriman hasil FILE melalui CLOUD beresolusi tinggi, mereka mempastikan PENGALAMAN bagi PELANGGAN tetap MODERN dan EFISIEN yang berasal dari SuraBaya Barat (LIDAH Wetan), HILDA Art telah menjadi BUKTI nyata bahwa di masa depan, bisnis jasa bukan lagi tentang SIAPA yang memiliki gedung paling MEGAH, melainkan siapa yang MAMPU memberikan KENYAMANAN dan PRIVASI paling MAKSIMAL bagi PELANGGANNYA dari sebuah studio PROFESIONAL hanyalah sejauh satu pesan WhatsApp saja.

Sebab kita hidup di era yang “MELIHAT adalah MEMPERCAYAI.” Dalam LANSKAP bisnis modern yang serba CEPAT di Jawa Timur, KESAN pertama tidak lagi terjadi di ruang rapat, melainkan di layar SmartPhone melalui profil LinkedIn atau portal BERITA korporat. FENOMENA ini mempicu lahirnya Ekonomi Visual, sebuah konsep tentang nilai sebuah PROFESIONAL seseorang sangat DIPENGARUHI oleh KUALITAS representasi visual mereka.

PARADIGMA ini tentu bagi jajaran direksi BUMN dan perusahaan asing di SuraBaya, foto profil bukan lagi sekadar pelengkap administrasi, melainkan INSTRUMEN strategis untuk membangun Brand AUTHORITY. Sebuah potret yang dikerjakan dengan asal-asalan dapat memberikan sinyal KETIDAKSIAPAN, sementara potret yang dikerjakan secara PROFESIONAL memberikan KESAN stabilitas, kompetensi, dan kepemimpinan yang kuat.

SENI Mengelola PERSEPSI melalui LENSA

Di HILDA Art, proses PEMOTRETAN dimulai dengan KONSULTASI karakter. Mengapa? Karena setiap INDUSTRI membutuhkan bahasa VISUAL yang BERBEDA. Seorang CEO perusahaan teknologi membutuhkan kesan INOVATIF dan DINAMIS, sementara Direktur Keuangan BUMN membutuhkan kesan INTEGRITAS dan KETELITIAN dan HILDA Art menerapkan teknik Expert Posing GUIDE yang merupakan sebuah METODE seorang FOTOGRAFER bertindak sebagai KONSULTAN gerak tubuh. Mereka mengatur DETAIL mikro: posisi dagu untuk kesan percaya diri, kemiringan bahu untuk kesan keterbukaan, hingga pancaran mata yang menunjukkan visi.

INVESTASI dalam Laporan Tahunan (ANNUAL Report)

Pentingnya ekonomi visual ini paling terlihat pada saat penyusunan Annual Report. INVESTOR global kini sangat memperhatikan “SIAPA” di balik angka-angka perusahaan. Foto jajaran pimpinan yang konsisten, berwibawa, dan memiliki standar kualitas tinggi memberikan rasa AMAN bagi para PEMEGANG saham. HILDA Art telah menjadi mitra TEPERCAYA bagi banyak ENTITAS besar di SuraBaya untuk mempastikan bahwa setiap LEMBAR laporan tahunan mencerminkan PRESTISE dan standar internasional perusahaan tersebut. Di tangan mereka, fotografi adalah INVESTASI jangka panjang untuk REPUTASI korporat.

Teknologi FotoGrafi BIOMETRIK untuk EKSPATRIAT dan Mobilitas InterNasional

Di dunia yang semakin terkoneksi, mobilitas internasional bagi para PROFESIONAL adalah hal yang RUTIN. Namun, satu HAMBATAN kecil seringkali merusak rencana besar: PENOLAKAN sebuah VISA akibat FOTO atau hasil GAMBAR yang tidak mempenuhi standar BIOMETRIK internasional. Bagi para EKSPATRIAT dan pimpinan Perusahaan ASING di kawasan industri SuraBaya, Sidoarjo, dan Gresik, RISIKO ini terlalu besar untuk diambil. Persyaratan dari kedutaan besar negara-negara Schengen, Amerika Serikat, atau Jepang kini melibatkan sensor AI yang sangat sensitif. Mereka tidak hanya melihat wajah, tetapi memindai titik-titik BIOMETRIK yang spesifik. BAYANGAN yang terlalu PEKAT, pantulan CAHAYA dari KACAMATA, hingga PROPORSI jarak antar mata yang tidak presisi dapat membuat sistem MENOLAK dokumen secara OTOMATIS.

Membawa Akurasi MILIMETER ke Rumah

Mempahami KENDALA waktu dan kenyamanan KLIEN premium, HILDA Art PhotoGraphy menghadirkan solusi INOVATIF melalui layanan Home Service. Bukan sekadar datang dan memotret, tim HILDA Art membawa infrastruktur studio lengkap yang mempatuhi standar ICAO (InterNational CIVIL Aviation Organization). Mereka melakukan KALIBRASI pencahayaan di ruang tamu atau kantor klien untuk mempastikan latar belakang benar-benar rata dan tanpa BAYANGAN yang merupakan sebuah SYARAT mutlak foto BIOMETRIK.

Layanan ini menjadi sangat VITAL bagi keluarga ekspatriat yang memiliki LANSIA atau BALITA. Mengambil foto BAYI atau anak kecil dengan standar BIOMETRIK adalah TANTANGAN besar; namun dengan KESABARAN dan KEAHLIAN teknis fotografer HILDA Art di LINGKUNGAN rumah yang AKRAB bagi ANAK, hasil FOTO yang PRESISI dapat DICAPAI tanpa DRAMA. Inilah yang membuat HILDA Art dapat DIPERCAYA oleh kalangan PIMPINAN perusahaan MultiNasional; mereka tidak hanya MENJUAL jasa foto, tetapi memberikan KEPASTIAN hukum dan kenyamanan maksimal dalam urusan ADMINISTRASI kenegaraan.

Layanan “On-Site Studio” HILDA Art Mengoptimalkan PRODUKTIVITAS Jajaran DIREKSI\

Waktu adalah mata uang paling BERHARGA bagi seorang eksekutif tingkat tinggi. Di kota besar seperti SuraBaya, perjalanan menuju studio foto di tengah KEMACETAN dapat MEMAKAN waktu berjam-jam—sebuah INEFISIENSI yang tidak dapat DITOLERANSI dalam standar KORPORAT. Menjawab TANTANGAN efisiensi ini, HILDA Art Photography & Studio memperkenalkan konsep TRANSFORMASI ruang kantor menjadi studio PROFESIONAL instan.

Layanan On-Site Corporate Photography ini dirancang khusus untuk memenuhi KEBUTUHAN jajaran dewan direksi (BoD) yang memiliki JADWAL sangat PADAT. Alih-alih para direksi yang mendatangi studio, studio itulah yang mendatangi mereka. Tim teknis HILDA Art melakukan instalasi PENCAHAYAAN sinematik dan latar belakang kelas atas langsung di ruang rapat atau BallRoom kantor pusat perusahaan.

KONSISTENSI Visual dan IDENTITAS Korporat

Selain efisiensi waktu, keuntungan terbesar dari layanan ini adalah KOHESI visual. Dalam sebuah Company PROFILE (ComPro) atau laporan tahunan, sangat penting untuk memiliki KESERAGAMAN profil antara pimpinan satu dengan yang lainnya. Jika dilakukan secara terpisah-pisah, pencahayaan dan latar belakang bisa bervariasi. Namun, dengan sesi on-site dari HILDA Art, seluruh jajaran pimpinan mendapatkan TREATMENT visual yang identik, menciptakan citra perusahaan yang solid dan terorganisir dengan baik.

Bagi perusahaan BUMN dan asing di SuraBaya yang sering kali memiliki RATUSAN staf manajerial, layanan ini memungkinkan dokumentasi MASSAL dilakukan dengan standar KUALITAS yang tetap terjaga. HILDA Art membuktikan bahwa PROFESIONALISME tidak selalu harus kaku, melalui ADAPTASI teknologi dan mobilitas, mereka memberikan standar LAYANAN yang SETARA dengan AGENSI fotografi di Jakarta atau luar negeri, tepat di JANTUNG kantor anda.

Peran STRATEGIS FotoGrafi dalam AKUNTABILITAS dan Narasi EVENT Korporat Besar

Sebuah seminar NASIONAL atau EKSIBISI industri di SuraBaya seringkali menjadi panggung utama bagi perusahaan untuk menunjukkan TAJI mereka. Namun, setelah lampu panggung padam dan audiens pulang, yang tersisa hanyalah DOKUMENTASI. Di sinilah letak PERBEDAAN antara DOKUMENTASI biasa dengan dokumentasi STRATEGIS yang ditawarkan oleh HILDA Art Photography dalam standar korporat BUMN dan perusahaan asing, dokumentasi acara memiliki fungsi GANDA.

Sebagai BUKTI akuntabilitas publik (LPJ) dan sebagai materi pemasaran jangka panjang. HILDA Art mempahami bahwa setiap MOMEN memiliki nilai BERITA. Mereka tidak hanya mempotret orang bersalaman, tapi mereka menangkap “Momen KRUSIAL” seperti ekspresi SERIUS saat penandatanganan kesepakatan BISNIS (MoU), gestur dinamis pembicara kunci (KEYNOTE Speaker), hingga ANTUSIASME audiens yang MENCERMINKAN KESUKSESAN acara.

KECEPATAN di Era Informasi REAL Time

Salah satu TANTANGAN terbesar departemen HUMAS (Public Relations) saat ini adalah TUNTUTAN untuk MEMPUBLIKASIKAN berita secara REAL Time. HILDA Art menjawab TANTANGAN ini dengan layanan Same-Day Content DELIVERY yang dalam HITUNGAN jam setelah ACARA selesai, TIM editor mereka langsung MENGOLAH foto-foto terbaik untuk segera DIKIRIMKAN ke PORTAL berita NASIONAL dan Media Sosial perusahaan. KECEPATAN ini sangat KRUSIAL agar berita KESUKSESAN perusahaan tetap RELEVAN dan tidak “BASI” di mata PUBLIK. Dengan JAM terbang tinggi MENDOKUMENTASIKAN agenda penting di berbagai HOTEL berbintang dan pusat konvensi (seperti Grand City atau JX InterNational), HILDA Art mempastikan bahwa setiap RUPIAH yang DIINVESTASIKAN perusahaan untuk sebuah acara akan TERAMPLIFIKASI melalui visual yang MEMUKAU dan PROFESIONAL.

Perpaduan PSIKOLOGI Gestur dan TEKNOLOGI “High-End RETOUCHING”

Mengapa beberapa foto PIMPINAN terlihat sangat BERWIBAWA, sementara yang lain TERLIHAT kaku dan tidak alami ? Jawabannya terletak pada detail-detail halus yang seringkali luput dari mata awam, namun menjadi standar wajib di HILDA Art PhotoGraphy & Studio. FotoGrafi profil PROFESIONAL bagi mereka bukan hanya soal menekan tombol rana, melainkan perpaduan antara seni, psikologi dan teknologi pasca-produksi.

PSIKOLOGI Gestur adalah Membangun NARASI Tanpa KATA

Di HILDA Art, fotografer berperan sebagai sutradara CITRA. Melalui teknik Expert Posing Guide, mereka membimbing KLIEN untuk menemukan “Sudut KEKUASAAN” mereka. Misalnya, cara meletakkan tangan atau arah pandangan mata yang tidak terlalu tinggi (agar tidak SOMBONG) namun tidak terlalu rendah (agar tetap TEGAS). Setiap pose dirancang untuk membangun narasi tertentu: keberanian, stabilitas, atau inovasi. Bagi pimpinan BUMN yang sering berhadapan dengan publik, keseimbangan antara ketegasan dan keramahan visual adalah kunci utama yang selalu dikejar oleh HILDA Art.

High-End Retouching: Melampaui Sekadar Edit

Setelah sesi foto selesai, KEAJAIBAN sebenarnya terjadi di meja PENYUNTINGAN maka HILDA Art menggunakan teknik High-End Retouching yang sangat detail—sebuah proses yang jauh berbeda dengan FILTER otomatis. Mereka FOKUS pada perbaikan warna kulit, pembersihan GANGGUAN latar belakang, hingga penyempurnaan tekstur tanpa menghilangkan karakter ASLI wajah.

“PRINSIP utamanya adalah membuat KLIEN terlihat dalam VERSI terbaiknya, tapi tetap dapat DIKENALI dari KERUTAN halus yang menunjukkan KEMATANGAN sebuah PENGALAMAN harus tetap DIPERTAHANKAN, namun KEKUSAMAN wajah DIHILANGKAN. Inilah yang membuat POTRET dari HILDA Art memiliki “JIWA” dan kedalaman CERITA. Bagi para PROFESIONAL di SuraBaya Barat, LAYANAN ini adalah standar EMAS untuk mendefinisikan SIAPA mereka di hadapan PUBLIK dan DUNIA InterNasional, "pungkas YUDAH selaku MANAGER dari HILDA Art PhotoGraphy & Studio ini. RED-ADV

Share:

Rabu, 14 Januari 2026

Membuat RESAH Karena Mudah TERBAKAR, DUA Gudang PENIMBUNAN Solar ILEGAL di Desa PATIHAN dan Desa JOHO Ditemukan WARGA di Tengah PEMUKIMAN




Nganjuk-SJO. Warga menemukan sebuah GUDANG penimbunan solar ILEGAL yang bertempat di dua lokasi diduga milik satu orang pengusaha dari lain KABUPATEN yang berinisial L telah BEROPERASI di wilayah Kecamatan LOCERET dan Kecamatan PACE nampaknya AMAN dan NYAMAN dari endusan POLISI setempat atau memang indikasi APH sengaja TUTUP MATA dengan adanya kegiatan PENAMPUNGAN solar bersubsidi yang secara terang terangan di tengah PERMUKIMAN warga itu, 13/01/26 pukul 20:21 WIB.

DUA gudang yang DIDUGA sebagai saana PENIMBUN Solar itu berada di Desa JOHO dan Desa PATIHAN Kecamatan LOHCERET dalam KEDUA gudang itu terdapat TANGKI berukuran 8 KL (KiloLiter) yang SIAP untuk MENGANGKUT dan MENYIMPAN  solar ILEGAL. Ketika Awak Media mendatangi LOKASI gudang penimbunan SOLAR di Desa PATIHAN dan menghubungi PEMILIK gudang tersebut sempat ditemui PENJAGA yang berjumlah 3 orang sekaligus PENJAGA. Mereka meminta untuk tidak MENERUSKAN atau MEMBERITAKAN temuan para WARTAWAN itu.


Begitu juga menurut KETERANGAN dari PENJAGA gudang SOLAR ILEGAL itu saat ditemui WARTAWAN di gudang di Desa JOHO Kecamatan PACE mengatakan, "saya tidak tahu, mas ini gudang milik siapa tapi yang jelas saya diminta JAGA segala ISI di GUDANG ini oleh PENGAWAS gudang. Soal siapa PEMILIK usaha PENIMBUNAN solar tersebut saya juga tidak tahu, "ucap salah PENJAGA gudang itu kepada Awak Media saat DITEMUI di lokasi gudang tanpa PAPAN nama itu.

Mereka juga sempat memberikan JANJI akan memberikan IMBALAN kepada awak media agar tidak memberitakan kepada para Awak Media namun sempat DITOLAK menolak lantaran GUDANG dugaan PENIMBUNAN bagi para MAFIA SOLARMEN berada di tengah PERMUKIMAN warga yang sangat MEMBAYAKAN bagi MASYARAKAT sekitar apabila terjadi KEBAKARAN. Terlepas dari dugaan dan temuan ini diharapkan Aparat PENEGAK Hukum baik dari POLRES Nganjuk serta POLDA Jawa Timur untuk CEK lokasi.


 TANGKI berukuran 8 KL (KiloLiter) yang SIAP mengangkut dan menyimpan  solar ILEGAL

DUA gudang itu berada di tengah lokasi permukiman warga yang sangat MEMBAYAKAN warga sekitar apabila terjadi KEBAKARAN sebab sudah banyak contoh Gudang SOLAR di sekitar PERMUKIMAN warga yang TERBAKAR. Beberapa GUDANG ini diduga melakukan PEMINDAHAN solar subsidi dari satu SPBU ke SPBU lain dan juga membeli SOLAR subsidi tanpa IZIN. Dengan adanya informasi ini, diharapkan dapat menurunkan jumlah gudang solar ILEGAL dan MELINDUNGI hak-hak masyarakat terhadap SOLAR subsidi yang seharusnya menjadi HAK rakyat.

Karena PASAL bagi mereka PENIMBUNAN solar BBM Bersubsisi ini alias para MAFIA SOLARMEN di INDONESIA ini telah MENGANCAM dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang MINYAK dan GAS Bumi (MIGAS) yang dapat dikenakan SANKSI pidana PENJARA paling lama 6 TAHUN dan DENDA paling tinggi Rp. 60 MILIAR. Selain itu, Pasal 40 angka 9 UU RI Nomor 6 Tahun 2023 juga mengatur tentang penyalahgunaan BBM bersubsidi, yang dapat berujung pada SANKSI serupa. Penimbunan SOLAR yang MELANGGAR hukum dapat dianggap sebagai tindakan KEJAHATAN yang MERUGIKAN masyarakat dan negara. RED-HEL

Share:

Kamis, 08 Januari 2026

Dugaan KORUPSI DanDes TAWAR Kecamatan GONDANG Kini MENCUAT, Tata KELOLA Anggaran PEMDES Sesuai NAFSU Pribadi KADES Tanpa MUSDES





MojoKerto-SJO. Tercium dugaan KORUPSI dan PENYELEWENGAN Dana Desa (DanDes) kembali MENCUAT namun kali ini menyeruak dari Desa TAWAR, Kecamatan GONDANG, Kabupaten MojoKerto. Berbagai temuan lapangan dan keterangan masyarakat mengindikasikan tata kelola Pemerintahan Desa (PemDes) yang DINILAI jauh dari PRINSIP transparansi, akuntabilitas dan partisipasi publik.

Pengelolaan Dana Desa (DD) dan Bantuan Keuangan (BK) disinyalir dilakukan secara SEPIHAK oleh Kepala Desa, tanpa mekanisme MUSYAWARAH desa, tanpa PELIBATAN Badan Permusyawaratan Desa (BPD), bahkan tanpa dasar HUKUM berupa Peraturan Desa (PerDes) yang seolah ditiadakan atau jika perlu DIHAPUS. Kondisi ini memunculkan dugaan KUAT adanya PENYIMPANGAN anggaran yang SISTEMATIS bahkan terkordinir.

Di sini BPD pun Diduga LUMPUH pasalnya Musyawarah Desa (MusDes) hanyalah FORMALITAS sebab berdasarkan KETERANGAN sejumlah sumber INTERNAL desa, BPD diduga tidak menjalankan fungsinya sebagai lembaga PENGAWAS dan penyalur ASPIRASI masyarakat. Kepala Desa disebut tidak pernah menggelar MusDes secara RESMI, baik untuk PERENCANAAN maupun EVALUASI penggunaan ANGGARAN.

Ironisnya, ketika diminta PENJELASAN, Kepala Desa justru DIKABARKAN menyampaikan KEBINGUNGAN mengenai apa yang harus DIRAPATKAN, piye jika sudah demikian. PERNYATAAN ini dinilai PUBLIK sebagai bentuk PENGABAIAN total terhadap Tata Kelola Pemerintahan Desa yang diatur UNDANG-UNDANG. Bahkan Kepala Desa yang saat dimintai keterangan pun juga SULIT untuk DIKONFIRMASI sebab timbul anggapan MEDIA itu DIANGGAP Tak PENTING,coba .

Upaya KONFIRMASI yang dilakukan Awak Media berulang kali menemui jalan BUNTU. Sang KADES disebut MENGHINDAR dari kejaran WARTAWAN, dengan alasan klasik seperti "Sedang REPOT”, "ada TAMU”, hingga JANJI klarifikasi yang tak pernah DITEPATI. Sikap ABAI dan seolah TERTUTUP ini justru MEMPERKUAT dugaan adanya UPAYA menutupi pengelolaan KEUANGAN desa serta menunjukkan rendahnya KOMITMEN terhadap KETERBUKAAN Informasi PUBLIK atau KIP.

Sorotan TAJAM dari WARGA juga mengarah pada sebuah UNIT mobil SIAGA desa yang diduga KUAT telah DISALAHGUNAKAN karen berdasarkan INFORMASI masyarakat, KENDARAAN tersebut kerap DIGUNAKAN untuk KEPENTINGAN pribadi oleh oknum berinisial H, yang diketahui masih memiliki HUBUNGAN keluarga dengan KADES. Lebih MENCENGANGKAN, Nomor PLAT kendaraan disebut telah DIGANTI seolah Mobil SIAGA Desa itu Diduga jadi KENDARAAN Pribadi.



Sementara IDENTITAS sebagai KENDARAAN Desa pun DILEPAS. Tindakan ini menimbulkan KEMARAHAN warga karena ASET desa yang seharusnya untuk pelayanan PUBLIK justru diperlakukan layaknya milik PRIBADI tak sampai di situ bahkan DANDES dan BK Diduga Dikelola Sepihak di sini, pasalnya PENGELOLAAN Dana Desa dan Bantuan Keuangan disebut tidak melalui mekanisme MUSYAWARAH entah itu PROYEK pembangunan ditunjuk langsung oleh Kepala Desa dan DIKERJAKAN secara TERTUTUP, tanpa PAPAN informasi, tanpa LAPORAN pertanggungj awaban yang JELAS dan tanpa KETERLIBATAN perangkat desa lain.



Pembangunan BALAI Desa (BALDES) bahkan diduga dilakukan dengan PENGALIHAN fungsi ANGGARAN, sementara pembangunan MASJID disebut menggunakan dana BK yang hingga kini tidak pernah DIJELASKAN secara TERBUKA kepada MASYARAKAT. Pembangunan Tanpa PERDES yang Diduga ILEGAL di sini juga sempat menjadi  FAKTA paling SERIUS adalah tidak adanya Peraturan Desa (PERDES) sebagai dasar HUKUM seluruh kegiatan pembangunan.

Seorang PEGAWAI pemerintahan yang pernah melakukan PENGECEKAN mengakui kepada WARTAWAN jika PEMBANGUNAN tersebut memang tidak memiliki PERDES sama sekali. ARTINYA, setiap KEBIJAKAN pembangunan di desa ini DIDUGA hanya berdasarkan KEHENDAK sepihak Sang KADES, tanpa proses DEMOKRATIS tanpa LEGITIMASI hukum, dan tanpa KONTROL PUBLIK alias REMBUK Deso.

Dugaan ALIRAN Dana dan NEPOTISME

MUNCUL pula dugaan aliran DANA tidak JELAS yang disebut sebagai "GANJARAN” bagi Kepala Dusun atau perangkat desa alias KASUN. Saat ditanya, ALASAN yang diberikan hanya sebatas "KEBUTUHAN desa”, sebuah JAWABAN yang dinilai tidak RASIONAL dan berpotensi MELANGGAR hukum, mengingat seluruh KEBUTUHAN desa seharusnya telah DIANGGARKAN secara RESMI, coba BAYANGKAN itu ?.

Tak hanya itu, SUMBER masyarakat menyebut sekitar 60 persen APARATUR pemerintahan desa diduga masih memiliki HUBUNGAN keluarga dengan Kepala Desa, memunculkan dugaan Praktik NEPOTISME yang MENCEDERAI prinsip PEMERINTAHAN yang BERSIH.

Potensi Pelanggaran HUKUM dan Pasal PIDANA

Jika seluruh dugaan ini TERBUKTI, Kepala Desa berpotensi MELANGGAR sejumlah aturan HUKUM, di antaranya :

  1. UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang TIPIKOR.
  2. Pasal 2 ayat (1): Perbuatan MELAWAN hukum yang MERUGIKAN keuangan negara ANCAMAN pidana seumur hidup atau 4–20 tahun PENJARA dan DENDA hingga Rp 1 MILIAR.
  3. Pasal 3: PENYALAHGUNAAN kewenangan karena JABATAN yakni PIDANA 1–20 tahun PENJARA dan DENDA hingga Rp. 1 MILIAR.
  4. UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang DESA pada Pasal 26 ayat (4): Kewajiban TRANSPARANSI dan AKUNTABILITAS Kepala Desa.
  5. Pasal 29: LARANGAN menyalahgunakan WEWENANG.
  6. PERMENDAGRI Nomor 20 Tahun 2018 tentang PENGELOLAAN keuangan desa wajib melalui perencanaan, musyawarah, PERDES, dan pertanggungjawaban.

Desakan Audit INVESTIGATIF dan PENEGAKAN Hukum.

Maka atas berbagai DUGAAN tersebut, masyarakat Desa TAWAR mendesak INSPEKTORAT Kabupaten MojoKerto, Aparat Penegak Hukum TIPIKOR dan KEJAKSAAN juga KPK jika perlu untuk segera melakukan AUDIT secara INVESTIGATIF dan MENYELURUH sebab PUBLIK di sini MENILAI, pembiaran terhadap PRAKTIK semacam ini hanya akan menjadikan Dana Desa sebagai ALAT demi KEKUASAAN segelintir OKNUM, bukan sebagai INSTRUMEN bagi KESEJAHTERAAN rakyat dan tentu saja TRANSPARANSI dan penegakan HUKUM bukan PILIHAN, melainkan keharusan MUTLAK bagi APARATUR Desa TAWAR itu. RED-HEL

Share:

Minggu, 04 Januari 2026

RESPON Cepat Langsung Tindak Lanjuti LAPORAN Masyarakat, POLRES Malang MUSNAHKAN dan BAKAR Sarana JUDI Sabung Ayam Desa ARJOSARI


Malang-SJO. Personil dari POLRES Malang memusnahkan sejumlah ARENA yang DIDUGA digunakan untuk praktik PERJUDIAN Sabung Ayam di Dusun SUMBERTIMO, Desa ARJOSARI, Kecamatan KALIPARE, Kabupaten MALANG. Penindakan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas LAPORAN dari MASYARAKAT terkait adanya aktivitas JUDI di wilayah tersebut. PENERTIBAN ini dilakukan oleh jajaran POLSEK KALIPARE pada SABTU (3/1/2026) sore. PETUGAS mendatangi lokasi yang berada di tengah kebun TEBU sesuai dengan INFORMASI yang DITERIMA dari WARGA.

KasiHumas POLRES Malang, AKP. Bambang Subinajar, mengungkapkan, "saat PETUGAS tiba di lokasi PERJUDIAN, tidak ditemukan adanya AKTIVITAS terkait PERJUDIAN. Namun demikian, sejumlah SARANA yang diduga DIGUNAKAN untuk Sabung Ayam masih ditemukan di lokasi dan mereka para PETUGAS mendatangi lokasi berdasarkan Laporan MASYARAKAT. Meski tidak ditemukan aktivitas PERJUDIAN, sarana Sabung Ayam masih ada sehingga langsung kami BONGKAR dan MUSNAHKAN,” ungkap AKP. Bambang, Sabtu (03/01/2026).

Ia menambahkan, "langkah ini kami ambil merupakan bentuk RESPONS CEPAT kami dari KEPOLISIAN sekaligus upaya PENCEGAHAN agar lokasi tersebut tidak kembali DIMANFAATKAN untuk PRAKTIK perjudian. SARANA telah kami MUSNAHKAN agar tidak digunakan kembali. Kami juga mengimbau MASYARAKAT untuk tidak TERLIBAT aktivitas PERJUDIAN agar segera MELAPOR jika menemukan AKTIVITAS serupa, ”tambahnya kepada WARTAWAN saat ditemui di LOKASI.

AKP. Bambang melanjutkan, "kami dari POLRES Malang terus MENGAJAK masyarakat untuk berperan AKTIF menjaga KEAMANAN dan KETERTIBAN lingkungan. Salah satunya dengan MEMANFAATKAN layanan Darurat KEPOLISIAN melalui Call Center 110 dan setiap LAPORAN Masyarakat akan kami tindak lanjuti demi MENJAGA situasi KAMTIBMAS agar tetap KONDUSIF, ”lanjutnya kepada Awak Media dalam keterangan RILIS di lokasi PERJUDIAN Sabung Ayam itu. RED-HEL

Share:

Senin, 15 Desember 2025

KESAL Masih DIBERITAKAN Sebagai PEMAIN SOLAR, Nur CHOLIS Menjawab Begini, SIMAK

Nganjuk-SJO. Nur CHOLIS merasa keberatan lantaran DITUDING dan DIBERITAKAN oleh salah satu MEDIA ONLINE sebagai seorang SOLARMEN atau Pelaku PENIMBUN BBM bersubsidi jenis SOLAR sempat berkeluh kesah kepada Awak Media, "saya itu sudah lama BERHENTI dan KAPOK tidak bermain SOLAR tapi masih saja yang TUDING dan POJOKKAN saya seolah masih menjadi PEMAIN saja. Mereka ini oknum WARTAWAN asal PUKUL lalu LARI bagai seorang PETINJU dalam menulis BERITA, "ujar Cak NUR panggilan akrabnya kepada Awak Media saat ditemui di kantornya.

Cak NUR melanjutkan, "itu INFORMASI lama dan DIMUAT atau DIBERITAKAN lagi, mas (red). Memang dulu kami sekomplotan segerombolan pernah melakukan AKSI sebagai SOLARMEN dan saya akui tidak akan MENGHILANGKAN sebuah PIDANA dari PERBUATAN yang telah MERUGIKAN masyarakat namun kami telah MEMBAYARNYA dengan DENDA dan tentunya tidak sedikit sebagai PEMASUKAN Negara. Jika memang kami melakukan AKSI BORONG dan TIMBUN BBM jenis SOLAR dengan menggunakan unit mobil atau kendaraan jenis PANTHER yang DISEBUTKAN dalam PEMBERITAAN itu lalu kenapa GAMBAR yang DIMUAT sebuah TRUK Biru Putih, "lanjut Cak NUR

"PANTHER yang disebutkan juga tidak DITAMPILKAN sebuah Nomor POLISI padahal suatu PEMBERITAAN itu harus lengkap agar MASYARAKAT dan PEMBACA itu PAHAM dugaan atau tudingan yang disampaikan pada PUBLIK, mas. Saya yakin ada MANTAN (bekas) PEGAWAI saya yang menjadi INFORMAN atau yang kini menjadi PESAING dalam BISNIS HARAM yang pernah KECEWA lalu menyebarkan INFORMASI lama agar dapat DIMUAT kembali atau dijadikan PEMBERITAAN itu, mas, "tambah Cak NUR kepada Insan PERS

"BOHONG semua itu BERITA, mas. Jika memang kami melakukan aksi BORONG SOLAR di berbagai SPBU yang disebutkan maka TANGKAP kami di LOKASI pada hari itu juga sebagai PERAN serta AKTIF dari MASYARAKAT dalam MENCEGAH aksi SOLARMEN atau PENIMBUN SOLAR agar PAHAM siapa PEMILIK mobil PANTHER yang DIMODIFIKASI sebagai UNIT pengangkut BBM SubSidi jenis SOLAR itu, mas. Jangan asal TUDING asal BERITAKAN apalagi sempat sebut saya Oknum LORENG LAUT, piye jal ngunu kuwi, mas, "jelas Cak NUR

Masih Cak NUR, "sempat pula mereka oknum WARTAWAN itu meminta UANG kepada saya lewat PESAN di WA (WhatsApp-Red) sejumlah puluhan JUTA agar BERITA dapat DITURUNKAN namun karena saya (kami) sudah KAPOK dan BERHENTI menjadi seorang SOLARMEN maka tidak kami RESPON karena dapat UANG dari mana dan UANG apa di saat SITUASI serba SULIT dampak EVISIENSI dari PEMERINTAH, mas. Apapun masalah TUDINGAN yang DIBERITAKAN itu tidak BENAR alias BOHONG seharusnya oknum WARTAWAN itu datang temui saya untuk KLARIFIKAS dan KONFIRMAS sebelum MEMUAT atau MENULIS berita agar tidak SEPIHAK, "pungkas Cak NUR kepada Awak Media RED-HEL

Share: